Pernikahan seharusnya dipetahankan sampai ajal menjemput kita. Tetapi sekarang ini kita sering melihat di TV banyak sekali orang2 yg bercerai. Sebenarnya masalah perceraian banyak sekali penyebabnya, namun disini saya tidak akan mebahas tentang penyebabnya. Tetapi akan membahas tentang akibat dari broken home itu sendiri.
Kita semua tahu, tidak ada satu anak pun yang mau orang tua mereka untuk berpisah. Jangankan berpisah, pasti mereka pun tidak ingin melihat orang tua mereka saling bertengkar atau ribut satu sama lain. Keributan di antara pasangan suami istri tidak hanya merugikan pasangan itu sendiri, tapi jg sangat perpengaruh kepada konidisi psikologis anak mereka. Bayangkan ada seorang anak kecil harus melihat orang tuanya bertengkar setiap hari. Ini akan membuat dia tidak nyaman berada dirumah, dan membuat dia menjadi stress. Ini pun bisa menjadi salah satu factor pelajar tidak lagi bergairah untuk belajar karena situasi dirumahnya yang tidak pernah tenang. Psikologi anak akan terganggu bila situasi ini terus berlangsung. Ini akan berpengaruh pada kehidupan dia, pola pikir dia, tingkat emosional dia, dan hal ini akan menjadi bayang2 dia dalam menjalani hidup. Dia akan merasa tertekan dan merasa tidak ada lagi ketenangan dalam keluarga dia. Dan akibatnya dia akan mencari ketenangan itu dengan cara dia sendiri, baik itu positif maupun negatif. Tetapi survey membuktikan bahwa anak2 yang memiliki masalah broken home dalam keluarganya cenderung melakukan hal-hal yang negatif. Seperti merokok, minum minuman keras, narkoba, bahkan free sex. Itu semua tidak bisa dipungkiri lagi karena mereka merasa bahwa hal-hal negatif tadi bisa membuat mereka melupakan situasi rumah mereka yang selalu dihiasi dengan pertengkaran orang tua mereka, atau bahkan perceraian yang terjadi pada orang tua mereka sehingga anak ini harus tinggal dengan salah satu orang tuanya, dan si orang tua ini pun harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan si anak. Dan dalam hal ini orang tuanya pun akan jarang sekali memberikan kasih sayang atau memperhatikan aktivitas si anak. Dan hasilnya anak ini pun mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif dari luar.
Dan disini dapat terlihat bahwa masalah broken home membuat keluarga tidak lagi bisa memberikan beberapa fungsinya atau disfunction family. Bahkan kondisi seperti itu membuat suasana yang tidak nyaman dalam suatu keluarga yang akhirnya membuat kondisi psikologis si anak tergocang, dan gampang terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari luar. Disini terlihat tidak berlakunya fungsi keluarga sebagai tempat berlindung dan untuk kurangnya fungsi edukatif sebagai pemberi pendidikan kepada si anak.
(tugas ISD tentang fungsi keluarga)
Kamis, 22 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar